Jumat, 13 Maret 2015

Tokoh Luar Biasa



Assalamu’alaikum Sahabat Jorna..
Kali ini saya akan menuliskan sesuatu yang terkadang menjadi alasan seseorang ketika ada kesempatan untuk sukses itu datang pada dirinya. Sebagai gambaran ketika seseorang ditawari pekerjaan yang sebenarnya dia mampu untuk melakukannya tapi terkadang dengan alasan pendidikannya rendah atau fisik yang kurang sempurna akhirnya dia mengabaikan kesempatan itu dengan penolakan yang halus. Terbayang kan Sahabat..? maksudnya gini loh.. terkadang
diantara kita, ketika kita ditawari oleh seseorang misal seperti ini ‘Man, besok kamu ikut saya kerja di kantor saya saja ya’ mungkin diantara kita ada yang menjawab dengan ucapan ‘maaf Pak, saya kan Cuma lulusan SD masa kerja di kantor sih Pak..?’, nah sudah mulai jelas kan Sahabat, kira-kira apa nih yang mau saya bagikan melalui tulisan ini..? Yupz, betul sekali Sahabat Jorna.., kali ini saya mau mengulas tentang barbagai alasan yang sering kali dikaitkan dengan kesuksesan seseorang. Pada dasarnya kesuksesan itu bisa diraih oleh kita semua, tetapi ini hanya bisa diraih oleh mereka yang memiliki kesungguhan dalam mewudkannya, hal ini pun di tegaskan oleh Allah SWT dalam surat al-Ankabut: 69 yang artinya ”barang siapa bersungguh-sungguh maka akan banyak pintu menuju kesuksesan”. Nah sahabat jorna, kalau kita pahami ayat tadi, ternyata modal untuk mraih kesuksesan itu Cuma dengan bersungguh sungguh alias kemauan keras atau bisa juga dimaknai dengan semangat yang pantang menyerah.. betul ngga Sahabat Jorna.? Jadi kalau Cuma niat ingin sukses atau mau sukses tapi tidak ada semangat untuk meraih sebagai bahan bakarnya, saya yakig kesuksesan akan menjadi sulit untuk kita raih.
Mengapa saya mengatakan demikian..? Inilah alasan saya menulis artikel singkat ini untuk meluruskan orang-orang yang masih mengedepankan alasan-alasan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kesuksesan, atau bahkan yang paling berbahaya kan kalau diantara Sahabat Jorna sudah sampai meyakini bahwa dengan alasan tertentu dia baru akan bisa meraih impiannya. Contoh, mungkin ketika ada yang mau ditawari peluang usaha, diantara Sahabat Jorna ada yang mengatakan “waah, bagaimana mungkin saya bisa, modal saja saya ga ada mas..” atau “mana mungkin mas, saya kan dari keluarga miskin.., bapak saya kan Cuma tukang becak..”  dan masih banyak faktor-faktor lainnya yang kalau kita sampai meyakini, kemungkinan besar itulah yang akan terjadi ppada kita.. karena Allah pun mengingatkan kita dalam hadits qudsi-Nya yang artinya “Aku adalah seperti prasangka hambaku”.
Agar Sahabat Jorna bertambah yakin, saya akan memberikan contoh-contoh orang yang ternyata mampu meraih kesuksesan dengan modal kemauan yang tinggi serta kesungguhan mereka untuk mendapatkannya. Ok, sahabat jorna berikut contoh-contohnya, di simak ya.. dan moga aja orang-orang sukses yang saya contohkan bisa jadi motivasi dan pembangkit semangat sahabat jorna semu.. ok deh, silahkan di simak..?

1.        Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan usia kita !
Sahabat Jorna, berikut contoh-contoh tokoh yang meraih kesuksesan di usia yang mungkin banyak diantara sahabat jorna atau pembaca lain berpendapat, sepertinya sulit untuk meraih kesuksesan tapi tokoh-tokoh berikut mampu membuktikan kalau usia ternyata bukan menjadi penghalang mereka untuk meraih kesuksesan.. Tokoh-tokoh berikut insya Allah Sahabat Jorna tidak asing atau pernah mendengar nama-nama mereka, diantaranya sebagai berikut:
Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun

2.        Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan suku, agama ,bangsa, warna kulit dan keturunan
Siapa bilang juga kalau kesuksesan itu tergantung asal usul kita, buktinya banyak orang yang mampu meraih kesuksesan dengan asal usul yang mungkin perbedaan dengan masyarakat begitu jauh.. berikut contohnya :
Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini
Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
Confusius: anak yatim di Cina
Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3.        Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan ketidak sempurnaan fisik
Kalau point ketiga ini adalah contoh-contoh yang sangat luar biasa.. kenapa coba..? yupz.. karena banyak orang yang ketika memiliki fisik yang kurang sempurna terkadang menjadi alasan yang  justru menghambat mereka meraih kesuksesan. Tapi, berbeda dengan beberapa tokoh yang akan disebutkan disini yang justru mereka meraih kesuksesan dengan kondisi fisik yang jauh dari kesempurnaan. Mereka berhasil mengubah kekurangan mereka menjadi kelebih dan kehebatan bagi dirinya.. Semoga diantara kita yang memiliki fisik lebih sempurna bisa jauh lebih mampu untuk memanfaatkan semua potensi dalam diri kita jauh diatas mereka. Kenapa? Karena mereka kan kurang sempurna katanya, sementara kita katanya kan lebih sempurna.. iya kan.. langsung saja deh, simak lagi nih tokoh-tokoh yang fisiknya kurang sempurna tapi mereka sanggup mengabaikan kekurangan mereka dan akhirnya meraih kesuksesan dalam kondisi fisik yang kurang sempurna..
Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.
Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.
Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.

4.        Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan tingkat pendidikan
Banyak pula diantara kita yang punya pendapat bahwa kesuksesan itu hanya bagi mereka yang mampu mengenyam pendidikan hingga tinggi... tapi siapa bilang.? Yupz.. mungkin pendapat itu tidak berdasar atau hanya katanya dan katanya. karena sudah banyak dibuktikan oleh tokoh-tokoh terkenal dunia yang ternyata mereka hanya sebentar dalam mengenyam bangku sekolah atau bahkan ada yang tidak bersekolah sama sekali... Siapa tokoh-tokoh yang saya maksud..? langsung saja kita simak tokoh-tokoh yang mampu membuktikan bahwa tingkat pendidikan tidak ada kaitannya dengan kesuksesan yang diraihnya.. diantaranya sebagai berikut:
Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.
Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.
Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

5.        Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan latar belakang keluarga
Selain pendapat-pendapat seperti yang sudah saya uraikan diatas, point berikutnya adalah pendapat yang mengatakan bahwa kesuksesan yang diraih oleh  seseorang itu adalah karena adanya kesuksesan yang pernah diraih oleh salah satu keluarganya, mungkin orang tua, kakak atau saudara lainnya. Sementara sebagian masyarakat lainnya ada yang telah membuktikan bahwa kesuksesan bukanlah warisan keluarga, bukan pula hibah atau pemberian melainkan sebuah keberhasilan yang diraih dengan kerja keras dan dengan semangat yang tinggi serta pengetahuan terhadap bidang yang di gelutinya, nah yang patut kita tiru dan ikuti adalah mereka yang meraih kesuksesannya tidak bergantung kepada keluarga tapi karena kerja keras mereka sendiri. Sahabat Jorna ingin tahu siapa saja tokoh-tokoh yang ingin saya tuliskan untuk menjadi sumber inspirasi dan motivasi kita dalam point ini.., berikut nama-nama tokohnya:
Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.
Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin
Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang.

MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL
Seandainya sahabat jorna juga bisa seperti mereka, saya yakin bukan hanya diri kita yang akan merasakan senang tapi keluarga juga akan bangga bahkan bisa jadi orang-orang di sekitar kita juga akan menganggap kita lebih hebat dari yang lainnya dan kita pun akan menjadi contoh bagi mereka bila kita mampu menunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu untuk meraih kesuksesan. Tapi meski begitu masih banyak yang sudah bersungguh-sungguh tapi tetap belum bisa meraih kesuksesan. Nah mungkin sahabat jorna perlu tahu nih kenapa sih, koq meski sudah berusaha maksimal terkadang kita belum mampu mendapatkan apa yang kita harapkan... Ok deh, Sahabat Jorna harus baca terus nih...

1. Tidak ada tujuan/goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup
2. Tidak pernah mencatat tujuan: hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.
3. Tidak ingin bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.
4. Tidak ada tindakan yang efektif: Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).
5. Membatasi diri: menganggap tak berhak sukses karena, terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan.
6. Malas: tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.
7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.
8. Tidak bisa mengatur waktu alias salah prioritas.
9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.
10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, mendengar kaset, seminar, mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.
11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.
12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.
13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.
14. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.

Ingin sukses ??? Siapa sih yang ngga ingin sukses, Sahabat Jorna pasti kalau mendapat pertanyaan seperti diatas pasti jawabannya adalah pasti ingin sukses dong.. sebenarnya kalau memang kita mau dan kita pun benar-benar menggerakkan tubuh kita untuk mau, insya Allah pasti kita mampu untuk meraih kesuksesan. Memang banyak trik serta strategi yang bisa kita terapkan tapi mungkin Jorna Smart akan membahasnya di lain kesempatan, sementara pada kesempatan kali ini hanya akan menganjurkan Sahabat Jorna kalau punya keinginan meraih sukses, alangkah baiknya Sahabat Jorna melakukan langkah untuk dapat menghindari 14 penyebab kegagalan diatas tadi...!

Keterbatasan bukanlah satu batasan untuk meraih peluang tanpa batas tentunya dengan usaha tanpa batas
** JornaSmart **

Tidak ada komentar:

Posting Komentar